Padi Lebak, Rezeki Petani di Musim Kemarau

Di Kabupaten Ogan Ilir, telah lama dikenal padi lebak, yakni sebuah penamaan terhadap jenis padi yang ditanam pada areal pasang surut, areal ini di Kabupaten Ogan Ilir dikenal dengan lahan lebak. Padi lebak dianggap sebagai berkah tahunan bagi sebagian besar petani sawah di sekitar aliran Sungai Ogan, salah satu anak sungai Musi yang mengalir dari hulu di sekitar Baturaja dan sekitarnya hingga bermuara di Sungai Musi, di Kota Palembang.

Areal lebak telah lama menjadi berkah bagi masyarakat di sumatera Selatan. Daerah pasang surut yang ditandai dengan tingkat kesuburan yang rendah serta tingkat kemasaman yang tinggi ini sepanjang tahun telah menghasilkan jutaan rupiah yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Bagaimana tidak, dua manfaat sekaligus dapat diberikan, selain sebagai lokasi tumbuhnya batang padi, di lokasi ini juga biasanya dikenal sebagai areal lebak lebung yang merupakan lumbung ikan air tawar.

Artinya, sepanjang tahun areal ini telah dimanfaatkan secara turun temurun sebagai sumber ekonomi bagi kehidupan masyarakat, baik itu di musim kemarau maupun di musim hujan. Saat musim kemarau, 4-5 bulan dimanfaatkan petani untuk mengolah lahan tersebut sebagai tempat menanam padi, sedangkan di musim hujan dapat dimanfaatkan sebagai tempat mencari ikan.

Waktu yang tepat bagi petani dalam mengolah padi lebak tergantung dengan tinggi rendah permukaan air dan juga kualitas air. Biasanya ini berhubungan dengan tingkat kemasaman air di areal lebak. Oleh karena itu, berdasarkan ketinggian muka air yang berkaitan juga tinggi permukaan tanah, dikenal tiga tempat tumbuh, yakni padi yang tumbuh di areal pematang, pematang bencah, dan areal lembah.

Areal pematang merupakan daerah yang lebih tinggi, biasanya paling dekat dengan lokasi pemukiman, sehingga paling awal diolah petani. Tingkat keberhasilan dalam menanam padi yang tumbuh di areal pematang ini tergolong rendah, tergantung dengan kemampuan petani dalam melihat perkembangan tinggi muka air. Semakin cepat petani menyemai padi, maka areal ini semakin cepat pula ditanami, hanya saja kecepatan penyusutan jumlah air di lokasi tersebut juga diperhitungkan. Pada masa pertumbuhan vegetatif, tanaman biasanya membutuhkan jumlah air yang maksimal, di areal ini justru kecepatan penurunan muka air di saat padi sedang melakukan pertumbuhan vegetatif menyebabkan padi menjadi kerdil dan tumbuh secara tidak sempurna. Belum lagi banyaknya hama tanaman misalnya ternak kampung, karena dekatnya areal ini dengan wilayah pemukiman. Areal pematang ini biasanya paling kecil luasnya di badingkan dengan dua areal lainnya. Petani yang bertahun-tahun mengolah padi lebak biasanya sangat memahami waktu-waktu yang memungkinkan bagi pertumbuhan padi di areal pematang.

Setelah itu, pematang bencah, yakni sebuah padi yang tumbuh di areal yang berada di antara padi pematang dan padi lembah. Areal ini yang dianggap paling luas, karena mendominasi seluruh wilayah lebak, ketinggian tanah di areal ini juga dianggap rata. Tingkat keberhasilan petani di areal ini tergolong tinggi, karena dianggap paling mudah memperkirakan ketinggian muka air di areal lebak yang ketinggian muka airnya merata sepanjang wilayah ini. Ketinggian muka air di wilayah ini juga stabil, tidak ada penyusutan air secara tiba-tiba. Sehingga para petani biasanya berhasil dalam mengolah areal ini.

Di areal ini, penanaman padi awal juga tidak sepenuhnya serentak untuk semua lokasi, karena petani biasanya mengetahui tingkat ketinggian air yang memungkinkan bagi pertumbuhan yang maksimal bagi tanaman. Beberapa petani juga menyiasati hal ini dengan menanam padi yang masa semainya lama, sehingga batangnya tinggi dan kokoh.

Ketiga, padi lembah, yakni lokasi yang paling rendah di antara tiga tempat tumbuh padi lebak ini. Paling terakhir di tanam, dan juga paling terakhir di panen petani. Areal ini biasanya merupakan cekungan yang berada di tengah-tengah areal lebak, di akhir musim kemarau biasanya dikenal sebagai tempat lubuknya ikan air tawar.

Padi lembah merupakan lokasi yang paling sulit ditanami petani, karena harus menunggu ketinggian air yang minimal, namun di saat waktu panen petani juga dihadapkan dengan awal musim hujan yang menyebabkan lokasi-lokasi ini menjadi terendam. Untuk menanggulangi hal tersebut, petani biasanya menanam padi di areal ini ketika padi di areal pematang menjelang panen, sehingga panen dilakukan menjelang musim penghujan datang.

Mengenai tingkat kesuburan, ketiga areal ini mempunyai tingkat kesuburan yang relatif sama, hanya di areal pematang bencah dianggap lebih subur karena di lokasi ini, rumput, gulma dan eceng gondok dibusukkan untuk mendapatkan bahan organik yang berguna bagi proses pertumbuhan tanaman. (by aca)

Tidak ada komentar: